politik

Eks Jubir KPK Febri Diansyah Jadi Tim Hukum Machfud ke MK

Eks Jubir KPK Febri Diansyah Jadi Tim Hukum Machfud ke MK  – Pasangan calon Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno akan mengajukan sengketa Pilkada Kota Surabaya ke Mahkamah Konstitusi. Mantan juru berkata KPK Febri Diansyah akan menjadi keliru satu anggota tim hukumnya.

Eks Jubir KPK Febri Diansyah Jadi Tim Hukum Machfud ke MK

eks-jubir-kpk-febri-diansyah-jadi-tim-hukum-machfud-ke-mk

Selain Febri, ada termasuk nama mantan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW). Anggota tim hukum lainnya yakni Muhammad Sholeh, Veri Junaidi, Jamil Burhan dan Slamet Santoso.

Donal Fariz mengatakan bahwa ia dan Febri telah berdiskusi intensif secara langsung bersama dengan Machfud ihwal dugaan-dugaan kecurangan di Pilkada Surabaya.

“Pilkada Surabaya terkesan baik-baik saja. Tapi jikalau dikala masuk mendalami ada begitu banyak kasus fundamental,” kata Donal, sementara ditemui di posko pemenangan Machfud-Mujiaman, Jalan Basuki Rahmat,

Dugaan pelanggaran yang dimaksud sekiranya mengenai pemerintah kota mengfungsikan otoritas dan ASN untuk beruntung pasangan calon tertentu.

“Ada kebijakan yang diarahkan, ada mesin birokrasi ASN (aparatur sipil negara) disuruh netral, tetapi pimpinan ASN wara wiri kampanye. Itu yang pertama,” kata dia.

Donal termasuk menyoroti sejumlah lembaga penegakan hukum berkaitan pemilu yang menurutnya tidak menjalankan faedah bersama dengan optimal. Sejumlah laporan yang masuk tidak ditindaklanjuti.

“Ini jadi menunjukkan kami bahwa banyaknya gangguan di lapangan, afiliasi politik, mesin politik yang digerakkan tetapi ternyata penegakan hukumnya macet,” kata Donal.

“Maka bertemulah kami bersama dengan konklusi bahwa pemilu kecurangan dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif,” sambungnya.

Donal mengatakan bahwa cara pengajuan sengketa ke MK tak berkaitan bersama dengan selisih suara antara Machfud-Mujiaman dan Eri Cahyadi-Armuji. Menurutnya, ada hal lebih perlu yang wajib dipermasalahkan.

“Yang kami perjuangkan lebih berasal dari itu, kami tidak senang kejadian kasat mata di Pilkada Surabaya seolah suatu hal yang biasa terus menjadi tabiat tidak baik dalam politik kita,” ucapnya.

Donal senang menjadi anggota tim hukum Machfud Arifin dikarenakan menilai mantan Jenderal Polri itu punya cita-cita yang baik mengenai demokrasi. Bukan cuman ambisi untuk menjadi wali kota Surabaya.

“Sudut pandang yang tepat bahwa ini bukan soal siapa yang menjadi wali kota, itu cerita terlalu kecil dan mimpi yang terlalu kecil,” kata Donal.

“Mimpi beliau yang besar adalah memperjuangkan proses demokrasi, yang tidak fair, tidak equal battle dikarenakan terdapatnya hal-hal yang nanti kami argumentasikan di MK,” ujarnya.

Sebelumnya, rapat pleno penghitungan suara KPU Surabaya menunjukkan paslon Eri Cahyadi-Armuji raih suara lebih banyak berasal dari Machfud Arifin-Mujiaman.

Eri-Armuji sukses meraup 597.540 suara, namun Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno 451.794 suara.

Suara masuk sebanyak 1.098.469. Dari angka itu 1.049.334 suara di antaranya dinyatakan sah, namun suara tidak sah berjumlah 49.135.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *