politik

Walk Out saat PSI Pidato Warnai Rapat Paripurna DPRD DKI

Walk Out saat PSI Pidato Warnai Rapat Paripurna DPRD DKI – Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta diwarnai aksi meninggalkan ruangan kala perwakilan Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan membacakan pandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah perihal Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 perihal Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi.

Walk Out saat PSI Pidato Warnai Rapat Paripurna DPRD DKI

Walk Out saat PSI Pidato Warnai Rapat Paripurna DPRD DKI

Tindakan ini dimulai oleh anggota Fraksi Partai Golkar, Jamaludin kemudian diikuti anggota lain parlemen. Alhasil, semua anggota kalau Fraksi PSI meninggalkan ruang rapat paripurna, Senin (14/12).

“Iya diikuti semua fraksi, tidak cuman PSI. Ini koreksi PSI bahwa kamu sebaiknya pahami dulu ketentuan itu,” terang Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (14/12).

Menurut Taufik, aksi walk out para anggota dewan itu menginginkan mengoreksi sikap fraksi PSI berkaitan polemik Rencana Kerja Tahunan (RKT). Diketahui, sebelumnya DPW PSI menolak kenaikan gaji dan tunjangan DPRD DKI Jakarta di dalam Rencana Kerja Tahunan.

Bahkan, Fraksi PSI sebagian kala lalu tidak datang kala rapat paripurna pengesahan APBD 2021. Taufik kala itu meminta Badan Kehormatan untuk memanggil Fraksi PSI.

DPW PSI sebelumnya diketahui menolak usulan kenaikan anggaran Rancangan Kerja Tahunan (RKT) DPRD DKI Jakarta Tahun 2021. Akan namun di dalam rapat-rapat pembahasan, anggota Fraksi PSI di DPRD justru ikut menyetujui usulan tersebut.

Menurut Taufik, semestinya sejak awal PSI memahami kalau Fraksi PSI di DPRD merupakan kepanjangan partai.

“Karena kami enggak sudi bahwa dikala di di dalam dia sepakat, tiba-tiba besok bunyinya lain. UU kan bilang bahwa fraksi kepanjangan partai. Jadi semestinya suara fraksi, suara partai,” ungkap Taufik lagi.

Terpisah, Jamaludin yang memulai aksi itu membeberkan alasannya melaksanakan walk out dikala PSI akan membacakan panorama umumnya. Menurut dia, aksi itu didasari sikap inkonsisten PSI.

Ia menerangkan, sikapnya itu bukan mandat berasal dari Fraksi Golkar, melainkan ketetapan khusus sebagai anggota dewan.

Jamaludin termasuk mengaku tidak memahami kalau tindakannya berikut akan diikuti oleh anggota dewan lain. Namun demikian, ia tekankan bahwa sikapnya itu dijalankan sebagai wakil rakyat.

“Saya di sini mewakili rakyat, bukan mewakili partai saya. Namanya aku muncul ya bisa saja mereka termasuk ya, enggak taulah bertanya aja sama mereka masing-masing,” papar dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *